BAB
VII
DESAIN
SISTEM TERINCI
1.
DESAIN
INPUT TERINCI
Masukan (input) merupakan awal
dimulainya proses informasi. Bahan mentah dari informasi adalah data yang
terjadi dari transaksi-transaksi yang dilakukan oeh organisasi . Data dari
hasil transaksi merupakan masukan untuk sistem informasi.
Dokumen dasar merupakan formulir yang
digunakan untuk menangkap (capture) data yang terjadi. Data yang sudah dicatat
di dokumen dasar kemudian dimasukkan sebagai input ke sistem informasi untuk
diolah.
MENGATUR TATA LETAK ISI
INPUT
Tujuannya :
1.
Bagi pemakai sistem digunakan untuk
menilai isi dan bentuk dari input apakah sudah sesuai dengan yang diinginkan
atau belum.
2.
Bagi programmer akan digunakan sebagai
dasar pembuatan program untuk menghasilkan input yang diinginkan. Programmer
membutuhkan desain input ini untuk menentukan posisi kolom, baris, dan
informasi yang arus disajikan di suatu input.
2.
DESAIN
OUTPUT TERINCI
Pada tahap desain output secara umum,
desain output ini hanya dimaksudkan untuk menentukan kebutuhan output dari
sistem baru. Output apa saja yang dibutuhkan untuk sistem yang baru? Desain
output secara umum dimaksudkan untuk menjawab pertanyaan ini. Bagaimana dan
seperti apa bentuk dari output-output tersebut?
Desain output terinci dimaksudkan untuk
menjawab pertanyaan ini. Desain output yang akan dibahas pada bab ini adalah
untuk output berbentuk laporan dimedia keras seperti kertas. Desain output di
media lunak dalam bentuk dialog di layar terminal akan dibahas selanjutnya.
Bentuk Laporan
Bentuk dari laporan
yang dihasilkan oleh sistem informasi, yang paling banyak digunakan adalah
dalam bentuk tabel dan berbentuk grafik atau bagan.
MENGATUR TATA LETAK ISI
OUTPUT
Pengaturan isi dari
output akan secara langsung menentukan kemudahan dari output untuk dipahami dan
dimengerti. Pengaturan tata letak output merupakan pekerjaan desain yang
penting dan sangat diperlukan baik bagi pemakai sistem maupun bagi programmer.
Bagi pemakai sistem digunakan untuk menilai isi dan bentuk dari output apakah
sudah sesuai yang diinginkan atau belum.
Bagi programmer akan
digunakan sebagai dasar pembuatan program untuk menghasilkan output yang
diinginkan. Programmer membutuhkan desain output ini untuk menentukan posisi
kolom, baris dan informasi yang harus disajikan disuatu output. Pengaturan tata
letak isi output yang akan dicetak diprinter dapat digunakan alat bagan tata
letak printer (printer layout chart) dan kamus data output.
3.
DESAIN
DIALOG LAYAR TERMINAL
Merupakan rancang bangun dari percakapan
antara pemakai sistem (user) dengan komputer. Percakapan ini dapat terdiri dari
proses memasukkan data ke sistem, menampilkan output informasi kepada user atau
dapat keduanya.
Terdapat beberapa strategi membuat
dialog layar komputer :
1. MENU,
Banyak digunakan dalam dialog karena merupakan jalur pemakai (user interface)
yang mudah dipahami dan mudah digunakan. Menu berisi dengan beberapa
alternatif atau option atau pilihan yang
disajikan kepada user.
2. KUMPULAN
INSTRUKSI (Instruction Set)
Strategi dialog ini dilakukan dengan
menuliskan suatu instruksi oleh user dan sistem akan mengaktifkan instrusi
tersebut serta memberikan respon jawaban.
3. DIALOG
PERTANYAAN ( Question Dialog)
Sistem
akan menampilkan terlebih dahulu pertanyaan dan user akan menjawabnya
4.
DESAIN
DATABASE TERINCI
Ditahap desain secara umum sebelumnya,
desain database hanya dimaksudkan untuk mengidentifikasi kebutuhan file-file
database yang diperlukan oleh sistem informasi saja. Pada tahap desain terinci
ini, desain database dimaksudkan untuk mengidentifikasi isi atau struktur dari
tiap-tiap file yang telah diidentifikasi didesain secara umum.
Elemen-elemen data disuatu file database
harus dapat digunakan untuk pembuatan suatu output. Demikian juga dengan input
yang akan direkam di database, file-file database harus mempunyai elemen-elemen
untuk menampung input yang dimasukkan. Untuk dapat merancang database terinci
digunakan teknik normalisasi
5.
DESAIN
TEKNOLOGI TERINCI
Pada desain teknologi secara umum telah
ditentukan jenis dan jumlah dari teknologi yang akan digunakan. Yang belum
didefinisikan secara pasti pada tahap ini adalah kapasitas dari teknologi
simpanan luar yang akan digunakan. Kapasitas simpanan luar yang telah
didefinisikan pada tahap desain secara umum hanya ditaksir secara kira-kira
terlebih dahulu berdasarkan pengalaman analis sistem.
Setelah file-file database berhasil
didesain secara rinci, kebutuhan kapasitas simpanan luar sekarang dapat
dihitung dengan lebih tepat. Besarnya kapasitas simpanan luar yang dibutuhkan
oleh sistem informasi dapat dihitung berdasarkan besarnya file-file database
yang akan menimpan data untuk satu periode tertentu.
******
Terima Kasih ...
BalasHapusObat Kuat Viagra
Blog Edukasi